Heey blog dairy ku .. yg isinya cuma curahan hati yggak terlalu penting namun cukup umtuk seedar mengingatkan diri sendiri akan kisah yg pernah aku lewati, atau sebagai kenangan untuk keluarga atau teman dan sahabat jikalau saya tak bisa menulis lagi.
Hari itu. Seperti orang bodoh yg masih menganggap itu adalah pertemuan pertamanya. Padahal ini adalah yg kesekian kali kita bertemu, karena waktu dan jarak yg mengharuskan kita untuk jarang bertemu dan berkomunikasi.
Selalu ada tangis yg selalu ingin keluar tapi aku tahandemi menjaga peradaan dan tak ingin dikasihani apalagi dianggap lemah. Senyum pun terlintar dari bibir ini. Bahagia dan sedih.
Seiring waktu berjalan semakin lama. Kini aku memeluknya tak lagi dengan rasa, memegang tangannya tak lagi cinta. Bahkan jalan bersamanya tak lagi dengan rasa sayang. Kita mulai terbiasa dengan keadan yg mengharuskan kita bersikap seperti ini. Atau sudah mati rasakah hati ini? atau memendam rasa yg tak pantas diungkapkan? Aku tak paham dengan hati.
Masih ingin seperti dulu tapi tak mungkin. Ayo dong dytaaaa tahu diri!!!! Sepertinya dia lakukan ini karena dia kasihan mungkin dengan aku,
Mungkin dia memelukku karena kasihan. Menghiburku karena kasihan. Segalanya untuk ku karena kasihan. Betapa kasihannya aku. Astagfirullah harusnya aku menyadari. Aku seperti ini karena aku kangen.
Sepertinya harus dicoba untuk tidak pulang 1-2 semester. Agar terbiasa menahan rindu yg kemudian akan hilang karena waktu. Harus lebih menyiksa hati untuk bisa melupakan. Bahkan mati-matian demi membunuh rasa. Rela sungguh rela aku yg sakit menahan segala rasaku demi kamu. Aku tak ingin ada yg tersakiti. Mungkin bukan saatnya aku bahagia dengan kamu. Mungkin saat ini tuhan mengkhendaki kamu bahagia dengan orang lain, dan aku mengalah demi kebahagian itu...
Masih pengen nangis dibahu kamu di depan kamu. Kalo aku rapuh kalo akugak sanggup kalo aku sakit. Gak sanggup klo harus purapura kuat terus. Aku lemah. Rasanya ingin ku akhiri hidupku disamping kamu. Meengakhiri sakit dihadapanmu. Dengan seperti itu aku bahagia. Aku ingin kita berdua ngobrol tentang rasa. Berkeluh kesah tentangku. Cinta pertamaku bahagialah. =') mungkin waktu yg mampu mengerti betapa berat perpisahan ini.
Sabtu, 24 Januari 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar